Artikel

Sewa Bus Pariwisata Bandung

Menjadi Tour Leader yang baik

Saat ini hari demi hari bidang pariwisata terus mengalami peningkatan dengan peminat yang semakin bertambah baik lokal maupun asing. Banyaknya tempat wisata yang beraneka ragam dan mempunyai daya tarik tersendiri, membuat Indonesia semakin banyak diminati oleh kalangan wisatawan asing, sehingga sektor pariwisata Indonesia mulai semakin banyak dikunjungi.

Salah satu yang berperan penting di dunia pariwisata yaitu biro perjalanan wisata. Biro perjalanan wisata memiliki keunggulan dalam hal mempermudah kegiatan pariwisata dan salah satu faktor pentingnya dalam perjalanan wisata yang dikelola oleh biro perjalanan wisata adalah adanya seorang tour leader yang telah berpengalaman dalam mengatur dan mengelola perjalanan wisata.

Tour leader bukanlah seorang tour guide yang harus memahami dan mengetahui betul tentang tempat wisata yang akan dikunjungi,  melainkan bertugas untuk mempimpin, mengatur dan menjalankan program wisata yang telah ditentukan sebelum perjalanan agar perjalanan wisata dapat terlaksana dengan lancar sesuai yang diharapkan, walaupun pada prakteknya tidak 100 % sempurna.

Beberapa perbedaan antara tour leader dan tour guide yang kami kutip dari halaman https://studipariwisata.com/referensi/3-perbedaan-tour-leader-dan-tour-guide/ adalah sebagai berikut:

1. Jadwal dan Durasi Perjalanan

Tour Leader memiliki jadwal dan durasi perjalanan yang sama dengan para wisatawan yang dipimpinnya. Artinya seorang Tour Leader harus menemani wisatawan dan mengikuti seluruh rangkaian tur dari awal hingga akhir.

Tour Guide hanya bertugas menjelaskan destinasi yang merupakan tanggung jawabnya saja. Misalnya seorang Tour Guide untuk Kota Yogyakarta hanya menjelaskan kepariwisataan di Kota Yogyakarta saja.

2. Tanggung Jawab

Seorang Tour Leader tidak hanya bertanggung jawab untuk menemani wisatawan selama melakukan perjalanan wisata saja.

Tour Leader juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur agar perjalanan wisata dapat berlangsung dengan lancar seperti melakukan morning call serta ontime scedhule dengan menyesuaikan antara kondisi saat itu dan itinerary yang telah disusun sebelumnya.

Tour Leader juga bertanggung jawab dalam memastikan keadaan dari wisatawan yang dipimpinnya dan harus selalu memeriksa apakah rombongannya lengkap atau ada yang tertinggal.

Namun, jika ada wisatawan yang memisahkan diri dari kelompok ketika sedang melakukan kegiatan wisata tanpa meminta izin dari Tour Leader, maka Tour Leader juga tidak memiliki bertanggung jawab terhadap wisatawan tersebut.

Untuk Tour Guide, tanggung jawab yang diemban hanyalah menjelaskan secara rinci (dan menyenangkan) mengenai seluk beluk kepariwisataan di destinasi yang menjadi tanggung jawabnya.

Karena penjelasan dari Tour Guide ini sangat berpengaruh terhadap persepsi wisatawan akan destinasi yang sedang dikunjungi, maka seorang Tour Guide harus memiliki lisensi resmi dari dinas pariwisata setempat.

3. Pengetahuan Sejarah dan Budaya

Tour Leader memiliki cakupan kerja yang luas yaitu semua destinasi yang dikunjungi oleh rombongannya. Oleh karena itu, Tour Leader tidak dibebankan untuk mengetahui secara rinci mengenai sejarah dan budaya di masing-masing destinasi yang dikunjungi.

Namun, Tour Leader sebaiknya memiliki pengetahuan secara umum mengenai destinasi yang sedang dikunjungi, serta sedikit memahami bahasa daerah dari destinasi tersebut (jika terdapat perbedaan bahasa) sehingga komunikasi antara masyarakat lokal dengan rombongan dapat terjalin dengan baik.

Tour Guide juga harus menyampaikan penjelasannya secara menyenangkan agar rombongan wisatawan tidak bosan.

Beberapa tips untuk menjadi tour leader yang baik adalah :

  • Tour leader diharapkan memiliki wawasan luas di bidang pariwisata (objek wisata, rute-rute wisata, tempat makan dll)
  • Sebelum berangkat terlebih dahulu perkenalakan team dari biro wisata dan crew dari bis supaya mempermudah komunikasi
  • Menjelaskan seluruh fasilitas yang ada di dalam bis beserta fungsinya
  • Menjelaskan tata tertib selama perjalanan misalkan bis dilengkapi toilet, diberitahukan jika toilet dipergunakan hanya untuk buang air kecil dan saat bis jalan
  • Memimpin do’a supaya senantiasa perjalanan lancar dari berangkat hingga kembali ke tempat semula
  • Menjelaskan garis besar rencana perjalanan dari rute, objek yang akan dikunjungi, estimasi waktu dan lainnya
  • Selalu berinteraksi dengan peserta agar kondisi peserta selalu terpantau
  • Memastikan pelayanan akomodasi peserta dari biro wisata aman (hotel, makan, tiket wisata dll)

Adapun nilai tambah (added value) seorang tour leader :

  • Jika memiliki kemampuan guiding yang baik, mampu menjelaskan segala hal yang berhubungan dengan perjalanan wisata missal mampu menjelaskan sejarah dari objek wisata yang dikunjungi, mampu menjelaskan hal-hal menarik yang ditemui dalam perjalanan
  • Memberikan hal baru yang sebelumnya tidak diketahui peserta

Written by

The author didnt add any Information to his profile yet

Leave a Comment

WhatsApp chat